

Kota Jambi, 21 November 2025 – Guru, Kepala Tata Usaha (TU), dan seluruh staf Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Kota Jambi mengikuti kegiatan pelatihan Early Warning System (EWS) yang difokuskan pada masalah sosial berdimensi agama di Provinsi Jambi. Acara yang diadakan di Hotel Ratu Duo pada hari Jumat (21/11) juga dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VIII sebagai pembicara dan pemandu diskusi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mendeteksi, mencegah, dan menanggapi potensi konflik sosial yang memiliki elemen agama. Narasumber dan anggota DPR RI Komisi VIII menjelaskan konsep EWS dalam konteks sosial-agama, mulai dari mengidentifikasi tanda-tanda bahaya (seperti ujaran kebencian, kesalahpahaman ajaran, atau ketegangan antar kelompok), hingga langkah-langkah penanggulangan yang konstruktif dan damai.
"Masalah sosial berdimensi agama membutuhkan pendekatan cermat dan terkoordinasi. EWS yang dirancang khusus untuk hal ini akan membantu lembaga pendidikan seperti MTsN menjadi ujung tombak pencegahan konflik, karena madrasah adalah tempat pembentukan karakter dan kebersamaan," ungkap Anggota DPR RI Komisi VIII dalam paparannya.
Kepala TU MTsN 6 Kota Jambi Bapak Tatang Ansori, S.T yang memimpin kehadiran tim madrasah menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berpartisipasi. "Kami sangat beruntung dapat belajar bersama anggota DPR RI. Pengetahuan EWS yang didapatkan hari ini akan kami terapkan di lingkungan MTsN 6, baik dalam proses pembKota Jambi, 21 November 2025 – Guru, Kepala Tata Usaha (TU), dan seluruh staf Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Kota Jambi mengikuti kegiatan pelatihan Early Warning System (EWS) yang difokuskan pada masalah sosial berdimensi agama di Provinsi Jambi. Acara yang diadakan di Hotel Ratu Duo pada hari Jumat (21/11) juga dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VIII sebagai pembicara dan pemandu diskusi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mendeteksi, mencegah, dan menanggapi potensi konflik sosial yang memiliki elemen agama. Narasumber dan anggota DPR RI Komisi VIII menjelaskan konsep EWS dalam konteks sosial-agama, mulai dari mengidentifikasi tanda-tanda bahaya (seperti ujaran kebencian, kesalahpahaman ajaran, atau ketegangan antar kelompok), hingga langkah-langkah penanggulangan yang konstruktif dan damai.
"Masalah sosial berdimensi agama membutuhkan pendekatan cermat dan terkoordinasi. EWS yang dirancang khusus untuk hal ini akan membantu lembaga pendidikan seperti MTsN menjadi ujung tombak pencegahan konflik, karena madrasah adalah tempat pembentukan karakter dan kebersamaan," ungkap Anggota DPR RI Komisi VIII dalam paparannya.
|
55x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...